Assalamu'alaikum..
"Apa kabar teman pembaca? Saya sedang ingin membagikan materi tentang mentor kami tadi di FISIP UI. Waw! Sangat melelahkan sekali tadi harus pulang sampai malam, tapi demi kebaikan kami Insya Allah ikhlas karena Allah Ta'ala. Jadi gini Sob ceritanya....."
Sore hari yg melelahkan setelah bermain basket dan cabut/gk di informasikan ada SC jadinya kabur dah. Ane dan Jundi sedang menunggu Ashar di masjid MAN 7 untuk mentor bersama bang Caku. Sedikit BeTe (Boring Time) sih, tapi tak apalah. Kita kan niatnya sedang menunggu kebaikan. "Ah kelamaan yah sob ceritanya kalau pake intro dulu, jadi ane langsung TO THE POINT aja dah. Jadi begini."
Kata Bang Caku kita itu harus bersyukur dengan mengambil sebuah tindakan bukan hanya sebuah ucapan. Seperti para sahabat, ketika mereka mendapatkan apa yg mereka inginkan mereka langsung mensodakohkan/ memberikan/ menakafkan/ harta apa saja yg telah mereka raih, agar mereka tidak terlena dengan segala pemberian Allah yg telah mereka beri.Dan kita juga harus banyak" minta sama Allah, karena Allah senang kepada hambanya yg masih mengingatnya. Dan satu lagi nih, kita tuh paling takut minta sama Allah hal yg macam", seperti kaya, punya harta, dll. Toh kita sebenarnya juga minta sama Allah adalah bisa merasakan Syurga, mengapa kita tak berani minta yg macam" seperti urusan dunia, padahal urusan dunia dan urusan akhirat sangat berbeda jauh sekali.Tapi setiap permintaan itu harus juga di iringi oleh beberapa hal penting dan juga di balik permintaan kita itu kita juga harus bisa memberikan sebuah rasa terima kasih, dengan seperti akan banyak" ibadah, sodakoh, akan mengamalkan segala pemberian Allah. Pertama, Bagaimana usaha kita dalam mewujudkan mimpi kita itu, apa dengan terus berdoa saja tanpa ada usaha? Kedua, kita bergerak dan bekerja keras untuk mencapainya? Contoh dari kak caku (tapi contoh ini agak nyindir dikit). Misalnya kita melihat seorang akhwat yg solehah, cakep, pintar, anggun, dll yg menurut kita pas lah buat kita. Kita tuh harus berfikir! Bukan bagaimana kita mendapatkanya tapi bagaimana kita bisa menjadi dia, kan pasangan hidup kita adalah cerminan diri kita. Contoh lagi, Kita punya masalah nih, bukan bagaimana kita memikirkan "wah masalah lagi, rasanya gw pingin mati aja!" bukan lah! tapi kita tidak boleh menutup diri juga, jika kita malu curhat dengan manusia, kita juga bisa curhat sama Allah lewat tahajud dll, nah pas situ kan kita juga bisa meminta sesuatu. Terus juga dalam pikiran kita itu harusnya bagaimana cara menyelasikan masalah, bukannya seperti tadi. Nah kalau semua mimpi dan asa kita telah tercapai, tunjukan rasa terima kasih kita pada Allah. Dengan apa? ya tadi, misal kita diberikan ilmu yg banyak, amalkan ilmu itu kepada orang lain, atau dapet rejeki nomplok, bagi" ke orang kurang mampu, atau dapet apalah, rajin" dah ibadah, sunah dibanyakin wajib dimantapin. dll. Asik kan kita masih punya Allah, Allah ada jika umatnya mau mencarinya tapi bagaimana usaha kita juga.
Udah dulu sob, ane lagi sibuk nih, jadi ada scene yg di cut, padahal seru tuh. bagaimana ane dan jundi ke FISIP UI pake seragam SMA udah disangka sama anak" kuliah orang nyasar, ceng"an ane dengan haikal wah seru dah klo ikut mentor ane, bagaimana rakusnya kami dalam menghabiskan makanan, kami memang agak gk berperi makanan dan minuman. SO teman" Wassalam...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar