Mengenai Saya

Foto saya
Saya adalah Ja'far Ash Shiddiq,biasa di panggil Ja'far,Apang,Far..(UP TO YOU).Anak paling tinggi,paling tua,laki sendiri. :D

Senin, 20 Desember 2010

King Richard Pun Menganggumi Sosok Shalahuddin Al-Ayyubi

Bismillahirahmanirrahim
Maha Suci Allah di atas semua limpahan karunia-Nya, Maha Benar Allah dengan segala firman-Nya.
Nabi Muhammad adalah nabi akhir zaman yang hanya berasal dari sebuah keluarga sederhana dan bukanlah dari keluarga yang besar, ayahnya meninggal ketika ia masih dikandungan, serta ibunya meninggal ketika ia berumur 6 tahun. Ia hanyalah seorang anak yatim piatu, tapi dengan diangkatnya menjadi rasul itu mampu membuatnya menjadi seseorang yang sangat besar.
Bukan hanya sosok nabi Muhammad saja yang mampu menjadi besar tapi para sahabat pun menjadi seseorang yang termahsyur di dunia dan akhirat. Mereka mampu mempertahankan islam dan menyebarkannya ke pelosok dunia. Hanya bermodalkan sebuah risalah hadits dan al-qur'an yang diwariskan nabi Muhammad. Islam yang dibawanya mampu menjadi sumber keberanian dan motivasi dalam sebuah kehidupan, maka banyak dari pengikutnya pada awalnya hanya manusia biasa menjadi luar biasa. Mereka menjadi hero diantara hero.
Di antara hero itu adalah sosok Shalahuddin Al-Ayyubi, seorang pemimpin Muslim dari Daulah Ayyubiyah yang berhasil membebaskan Baitul Maqdis (Yerusalem) dari cengkraman pasukan salib.
Kepemimpinannya dalam menjalankan roda pemerintahan islam sekaligus memimpin pasukan di medan perang, dikagumi sekaligus disegani kawan dan lawan-lawannya. Kepemimpinan Shalahuddin itulah yang membuat Raja Richard The Lion Heart dari Kerajaan Inggris Raya mengakui bahwa melalui sosok Shalahuddin-lah, bangsa Arab dan kaum muslimin dipersatukan kembali untuk mengusir pasukan salib dari Yerusalem, sekaligus mengalahkan pasukan salib yang dipimpin Raja Richard (Inggris), kaisar Phillipe de Augeste (Prancis), Raja Frederick Barbarosa (Jerman), Raja Leopold (Austria), dan para pembesar raja eropa lainya berbondong-bondong datang kembali merebut Palestina.
Bahkan, ketangguhan Shalahuddin di kancah peperangan, tidak hanya lihai mengomandani para prajurit dan menyusun taktik perang, tetapi juga lihai berdiplomasi dalam menyakinkan pihak musuh untuk menerima jalan perdamaian. Hal inilah yang ditunjukan Shalahuddin saat menjenguk Raja Richard yang sedang sakit. Termasuk, ketika Shalahuddin memasuki Baitul Maqdis, dia memberikan pengampunan massal bagi pasukan Salib yang menyerah dan mau meninggalkan Palesitina dengan damai.
Sesungguhnya, para pahlawan Muslim itu tidak hanya Shalahuddin Al-Ayyubi seorang, tetapi masih banyak hero-hero Muslim yang layak kita teladani. Semoga kita bisa menjadi seorang yang berpengaruh dalam perkembangan umat islam kini.
"Jadilah seorang pengemban risalah nabi
yang memusnahkan kemungkaran di bumi ini.
Jika kau merasa sulit janganlah kau menyerah
, sesungguhnya Allah bersama orang yang istiqomah di jalanya."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar